Senin, 07 Februari 2011

DEPOSITO dengan MODAL SEDIKIT

maaf ne para agan-agan yang udah tahu sebelumnya.........
sebagaimana kita ketahui untuk mendepositokan dana kita biasanya membutuhkan dana yang lumayan besar, tapi disini anda dapat mendeposito kan dana anda dari mulai 10.000-50.000.000. alias sangat kecil dan minim kan !!!!! bunganya mulai dari 0.8% per hari sampai 1.3% perhari
jadi silahkan saja kunjungi websitenya di sini untuk info lengkapnya

Senin, 20 September 2010


Management investasi


Manajemen investasi
Konsep time value of money
1.  nilai yang akan datang (future value)
misal: kita punya Rp 10.000.000 di simpan di bank dg bunga 18% setahun maka pada akhir tahun menjadi:
F1 = 10.000.000 x (1+0,18)1
     =  11.800.000
Fn = m0 x (1+b)n

Bila bunga di bayarkan beberapa kali dalam setahun
Fn = m0 x (1+b/f)f.n
F1 = 10.000.000 x (1+0,18/4)4.1
      = 11.925.186
2.  nilai sekarang
pada keputusan investasi penerimaan-penerimaan untuk menutupi investasi akan diterima di masa datang..penerimaan-penerimaan tersebut akan dibandingkan dengan investasi yang dikeluarkan saat ini


Perkiraan penerimaan investasi yang akan datang di hitung sekarang (present value) : penerimaan yang akan datang sesungguhnya
 
 


misal :
jika kita akan menerima uang sejumlah 1.200.000 satu tahun kemudian, dengan bunga 20 % per tahun maka nilai sekarang adalah :
P0=cn/(1+r)n
 
p0 = 1.200.000/(1+0.2)
     = 1.000.000
Apabila penerimaan dari suatu proyek setiap tahunnya sama, maka untuk menghitung present value bisa menggunakan discount factor annuity, yakni menggabungkan discount factor selama masa penerimaan.
Contoh 7.4
Suatu proyek investasi selama 3 tahun memperoleh penerimaan bersih untuk menutup investasi pertahun Rp 500.000 per tahun. Apabila return yang diharapkan 18% , maka nilai sekarang dari penerimaan selama 3 tahun tersebut adalah:
P0 = 500.000 [{1/(1+0.18)1 + 1/(1+0.18)2 +1/(1+0.18)3}]
     =500.000(2.174)
     =1.087.000

D. net preset value
Untuk menilai layak tidaknya suatu keputusan investasi, maka dana investasi harus bisa ditutup dengan penerimaan bersih yang sudah dipresent valuekan.
Net presen value = selisih antara nilai sekarang dari penerimaan dengan nilai sekarang dari investasi
Contoh :
Suatu priyek membutuhkan dana investasi sebesar Rp 600.000.000 dan diharapkan mempunyai usia 4 tahun  dengan penerimaan bersih selama usia investasi berturut-turut Rp 150.000.000, Rp 250.000.000, dan Rp 400.000.000. maka bila bunga 21%, bisa kita hitung besarnya net present value sbb :
NPV = {150/(1+0.21)1+ 250/(1+0.21)2+ 300/(1+0.21)3}-600 = 50.665 juta
Jika menggunakan tabel discount factor
tahun
Penerimaan
Discount factor 21%
Pv dari penerimaan
1
2
3
4
150
250
300
400
0.826
0.683
0.564
0.467
123.9
170.75
169.2
186.8
Total present value dari penerimaan
investasi
650.65
600.000
Net present value
   50.650

E. internal rate of return (IRR)
 Pada net present value akan diketahui selisih keuntungan absolut. Sedang internal rate mencari besarnya tingkat keuntungan relatif atau dalam prosentase atas penerimaan.
Contoh :
Sebuah proyek dengan investasi sebesar Rp 500.000, mempunyai usia ekonomi 3 tahun. Selama 3 tahun memperoleh penerimaan bersih sebesar Rp 250.000 per tahun. Berapa IRRnya.
Dari contoh tersebut bisa kita cari NPV yang menghasilkan kutub positif dan negatif, misalnya dengan r sebesar 20% dan 24%
Dengan r = 20%
(Total present value penerimaan = 250.000 x 2,106 = 526.500 dikurangi Investasi = 500.000 ) = 26.500

Dengan r = 24%
(TPV=250.000 x 1,981 = 495.250 di kurangi investasi 500.000) = - 4.750
Dari hasil perhitungan tersebut, bila kita sajikan dalam bentuk perbandingan akan nampak sebagai berikut :
Interpolasinya ( jankauan antara -4.750 ~ 26.500  = 31.250) atau setara dengan 4% dari porsentase. Oleh karena itu untuk menjadikan NPV = 0 maka ndihitung dengan cara interpolasi yakni sebesar
                 

Sabtu, 25 Juli 2009

dapatkan berbagai buku bahan kuliah kamu cuma ini satu-satunya tempat buat kamu yang suka cari cari bahan kuliah dan sebagai referensi makalah kamu download sekarang gratis kok
http://www.pdf-search-engine.com/images/pdf-search.gif

Akuntansi biaya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari

Akuntansi biaya adalah suatu bidang akuntansi yang diperuntukkan bagi proses pelacakan, pencatatan, dan analisa terhadap biaya-biaya yang berhubungan dengan aktivitas suatu organisasi untuk menghasilkan barang atau jasa. Biaya didefinisikan sebagai waktu dan sumber daya yang dibutuhkan dan menurut konvensi diukur dengan satuan mata uang. Penggunaan kata beban adalah pada saat biaya sudah habis terpakai. Pengertian dan Fungsi Akuntansi Biaya menurut beberapa pakar:

  1. Menurut Schaum

Pengertian dari Akuntansi biaya: adalah suatu prosedur untuk mencatat dan melaporkan hasil pengukuran dari biaya pembuatan barang atau jasa. Fungsi utama dari Akuntansi Biaya: Melakukan akumulasi biaya untuk penilaian persediaan dan penentuan pendapatan.

  1. Menurut Carter dan Usry

Pengertian dari Akuntansi Biaya: Penghitungan biaya dengan tujuan untuk aktivitas perencanaan dan pengendalian, perbaikkan kualitas dan efisiensi, serta pembuatan keputusan yang bersifat rutin maupun strategis.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Pendekatan akuntansi biaya

Ada tiga pendekatan yang biasa dilakukan untuk akuntansi biaya, yaitu biaya standar (standard costing), biaya berdasarkan kegiatan (activity-based costing), dan biaya berdasarkan hasil (throughput accounting).

[sunting] Revolusi dalam akuntansi biaya

Akuntansi biaya telah mengalami perubahan yang dramatis, dimana perkembangan sistem komputer hampir menghapuskan pembukuan secara manual. Akuntansi biaya kini telah menjadi kebutuhan nyata dalam semua organisasi termasuk bank, organisasi profesional, serta lembaga pemerintah. Dewasa ini telah banyak perusahaan yang memasang metode pabrikasi produk, perdagangan produk, atau pemberian jasa dengan bantuan komputer. Adanya teknologi ini telah sangat memberikan dampak terhadap akuntansi biaya. [1]

[sunting] Pengajaran dalam akuntansi biaya

Banyak bahan pelajaran yang diajarkan dalam akuntansi biaya, dimana kesemuanya selalu berkaitan dengan biaya-biaya yang mungkin timbul dalam proses produksi. Pembelajaran yang dilakukan dalam akuntansi biaya antara lain mengenai penentuan harga pokok produk: bersama dan sampingan, harga pokok proses, pembiayaan: biaya variabel dan biaya tetap, biaya overhead pabrik, departementalasi biaya overhead, biaya bahan baku, biaya tenaga kerja: langsung dan tidak langsung, pengendalian biaya, serta analisis biaya pemasaran.

[sunting] Manfaat akuntansi biaya

Akuntansi biaya adalah salah satu cabang akuntansi yang merupakan alat bagi manajemen untuk memonitor dan merekam transaksi biaya secara sistematis, serta menyajikan informasi biaya dalam bentuk laporan biaya. Manfaat biaya adalah menyediakan salah satu informasi yang diperlukan oleh manajemen dalam mengelola perusahaannya, yaitu untuk perencanaan dan pengendalian laba; penentuan harga pokok produk dan jasa; serta bagi pengambilan keputusan oleh manajemen.[2]

[sunting] Keterbatasan dalam sistem akuntansi biaya

Dalam akuntansi biaya juga terdapat beberapa kekurangan yang menyertainya, terutama dalam sistem akuntansi biaya yang telah ketinggalan zaman. Gejala-gejala dari sistem biaya yang ketinggalan zaman diantaranya ialah hasil dari penawaran sulit dijelaskan, harga pesaing nampak lebih rendah sehingga kelihatan tidak masuk akal, produk-produk yang sulit diproduksi menunjukkan laba yang tinggi, manajer operasional berkeinginan menghentikan produk-produk yang kelihatan menguntungkan, marjin laba sulit dijelaskan, pelanggan tidak mengeluh atas biaya naiknya harga, departemen akuntansi menghabiskan banyak waktu hanya untuk memberi data biaya bagi proyek khusus, dan biaya produk berubah karena adanya perubahan peratauran pelaporan.[2]

[sunting] Catatan dan referensi

  1. ^ Maher & Daken; Akuntansi Biaya; ed. 4; jilid 1; p. 11; Erlangga; Jakarta:1997
  2. ^ a b Erlina, SE; Fungsi dan pengertian akuntansi biaya; Fakultas Ekonomi Unibersitas Sumatera Utara, dalam situs Perpustakaan USU dalam format PDF